Maulid di Masjid Ittifaqul Jemaah, Farid Wajdi Kupas Makna Tradisi Telur Hias

Beritanu.com, Makassar – Memperingati hari besar Nabi Muhammad SAW adalah suatu yang menggembirakan bagi umat isalm karena begitu banyak kalangan yang memiliki cara tersendiri memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW baik itu dengan berpuasa, bersedekah dan lainnya.

Masyarakat dan pengurus masjid Ittifaqul Jamaah di kelurahan Pattingalloang, kecamatan Ujung Tanah, kota Makassar memperingati hari kelahiran nabi besar Muhammad SAW, Jumat, (6/11/2020).

Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW mengatakan, pengurus beserta jamaah masjid saling bahu-membahu mempersiapkan acara maulid ini sehingga bisa terlaksana dengan baik.

“Acara ini dibuat untuk rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SWA. Semua rangkaian acara ini tidak bisa terlaksana tanpa adanya dukungan dari jamaah, remaja masjid dan pengurus masjid,” katanya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang terlibat dalam kesuksesan acara ini,” sambung Ketua Umum masjid Ittifaqul Jemaah.


Remaja masjid, lanjut ketua panitia, di dalamnya adalah muda-mudi Pattingalloang sekaligus guru mengaji dari TPA Itifaqul jemaah yang sangat berperan penting dalam kesuksesan acara tersebut.

“Remaja masjid mempersiapkan peralatan atau dekorasi pada saat acara maulid, mereka tetap bekerja mempersiapkan dekorasi walaupun berada di tengah-tengah kekacauan antar kelompok yang beberapa hari ini sangat meresahkan warga sekitar,” katanya.


Menurut dia, acara maulid terlaksana dengan meriah dan menggembirakan bagi seluruh jamaah dikarenakan lantunan shalawat begitu bergemah di dalam masjid yang dibawakan oleh santri-santriwati TPA Ittifaqul jamaah walau tidak terlalu matang persiapannya, namun bisa tampil dengan baik.

“Selain dari lantunan shalawatnya, lantunan bacaan Aquran begitu merdu terdengar pada saat cara yang mana lantunan bacaan Alquran itu di bawakan oleh saudara Fandi dan terlebih mengesangkan sekaligus membuat kita semangat,” cerita ketua panitia.

Makna Hiasan Telur Maulid

Sementara itu hikmah maulid Nabi Muhammad SAW, Farid Wajidi menjelaskan makna dari pada acara maulid.

“Maulid adalah rasa kegembiraan kita terhadap lahirnya Rasulullah SAW yang pembawa rahmat alam semesta, acara maulid ini adalah salah satu kearifan lokal orang tua kita yang berada di suku bugis Makassar,” ucap Gurutta Farid Wajidi di hadapan puluhan jemaah.

“Makna dari pada bunga yang berada pada telur adalah bahwa hati kami berbunga-bunga saat sekarang ini, telurnya bermakna bulatnya hati, tusuknya bermakna runcingnya hati dan benderanya selalu melambai-lambai bermakna memanggil untuk kebaikan atau silaturahmi,” papar.

Farid Wajidi mengutip hadits Rasulullah SAW yaitu “semua umatku masuk surga kecuali yang tidak mau, sahabat bertanya apakah ada umatmu yang tidak mau masuk surga? Rasulullah menjawab siapa yang mentaati saya maka dia umatku yang masuk surga dan siapa yang merdurhakai saya maka dia tidak mau masuk surga”.


“Inilah salah satu bukti kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad SAW Insya Allah kita semua masuk surga,’ tambahnya.

Penulis: Ridwan, Kader Jurnalistik NU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *